Rabu, 29 Juni 2016

Sepatu

Sedikit demi sedikit
Satu demi satu
Hari demi hari
Semua pasti akan pergi
Semua akan berlalu
Entah itu teman
Entah itu sahabat
Entah itu keluarga
Entah itu orang yang amat kau sayangi

Ingatkan engkau disaat kecil
Saat kau dibelikan sepasang sepatu baru
Sungguh girangnya dirimu
Itu sepatu terbaik di dunia bagimu

Namun sadarkah dirimu
Ketika badanmu mulai tumbuh
Ketika sepatumu tak sanggup menampung jari-jari kakimu
Akupun mulai berfikir
Akankah menanggung rasa sakit jika kupaksa pakai sepatu ini

Ini bukan salahku, bukan juga kakiku, bukan pula tubuhku
Ini adalah proses...
Proses menuju kepantasan

Wahai diriku
Engkau akan terus mencari, mencoba, menemukan dan menjalani proses ini
Sampai kau temukan sepatu yang pas untukmu
Mungkin kau akan merasakan sakitnya penghianatan, sakitnya pengabaian atau sakitnya kekecewaan
Atau bisa jadi kau yang mulai merasakan bosan

Begitulah proses kepantasan
Ada yang datang ada yan pergi
Seperti semua tak ada yang abadi
Dan kini aku mulai mengerti
Kenapa berlahan-lahan semua mulai berubah
                                                                
Tumbuh...
Pertumbuhan memerlukan perubahan
Entah itu perubahan baik atau buruk
Jangan merasa sedih jika semua mulai berubah
Karena itu memang cara Tuhan agar kau tumbuh
Ingat pesanNya “ambil yang baik dan jauhi yang buruk”
Temukan yang pantas bagimu
Dan semesta akan mendukungmu




Suara Hati

Bicara, mendengar, berpikir
Jika banyak orang berkata “banyak-banyaklah mendengar dan sedikit bicara”,  maka saya punya konsep baru yaitu “banyak-banyaklah berpikir sedikit bicara”.

Kenapa?
Karena berpikir adalah mendengar suara hati.
Suara hati adalah kejujuran
Hati yang kotor akan menampilkan kemunafikan, dan hati yang bersih adalah suara Tuhan

Banyak-banyaklah mendengar suara Tuhan melalui hatimu

Karena keputusan bicaramu bergantung pada suara hatimu